Pembukaan : Jumat, 29 November  2013, Pukul 18.30 Wita – selesai

Pameran untuk umum : 30 November – 7 Desember 2013, Pukul 10.00 – 18.00 Wita

Tabanan_Nengah Nurata_Setan ProvokatorTerletak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Denpasar,  Tabanan dikenal bukan hanya sebagai lumbung beras, tapi juga tempat rekah dan tumbuhnya seniman-seniman mumpuni. Mulai dari maestro tari Kebyar Duduk yang juga komposer gamelan, I Marya, tersohor pada masa tahun 30-an, hingga sastrawan dan dramawan Putu Wijaya, penyair Samar Gantang, maupun perupa Made Wianta, perupa I Gusti Nengah Nurata, serta pematung mumpuni, Nyoman Nuarta. Belum lagi angkatan perupa belakangan yang tak kalah cemerlang, I Putu Sutawijaya, I Wayan Sunadi, I Made Sumadiyasa, I Made Bakti, dan lain-lain.

Cepaka Fine Arts Community (CFAC) bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali menghadirkan pameran bersama yang sekaligus sebagai upaya untuk memetakan keberadaan perupa modern/kontemporer asal Tabanan secara personal dan komunal. Melalui pameran ini, dihadirkan karya-karya 2 dimensi dan 3 dimensi, termasuk di dalamnya patung, seni instalasi dan performing art, mengambil tema ‘Personality in Communality’.

Pameran ini bermula dari gagasan I Gusti Nengah Nurata yang mencermati bahwa keberadaan seniman Tabanan, khususnya para perupa, memiliki andil yang signifikan dalam mewarnai perjalanan seni rupa Bali dan juga Indonesia.

Turut serta dalam pameran adalah para perupa, antara lain : Pematung I Nyoman Nuarta, Made Wianta, Kay It, I Gusti Nengah Nurata, I Putu Sutawijaya, I Gusti Ngh. Alit Cakra, I Made Surya Dharma, I Wayan Sunadi, I Gusti Ngh. Surya Buana, I Gusti Nengah Sura Ardana, I Made Sumadiasa, I Gusti Ketut Adi Dewantara, I Made Somadita, I Nyoman Adiana, I Nengah Wira Kusuma, I Made Bakti, I Wayan Novianta, I Wayan Santika, I Nyoman Agus Wijaya, I Wayan Gawiarta,

Program ini akan dimaknai pula dengan pembacaan puisi oleh sastrawan Samar Gantang dan Performing Art oleh komposer I Gusti Nengah Mahardika dan Komunitas Pelangi Jimbe Soul (Balot, Genuk, Yoga, Dekuli, Mpuk, Mangbo, Gustok, Yande).