Pameran Seni Rupa
“DUA MUSIM” SIPA MANIK & MADE BUDHIANA
Pembukaan : Sabtu, 19 Juli 2014, pukul 18.30 Wita
Pameran untuk umum : 20 – 28 Juli 2014, pukul 10.00 – 18.00 Wita

Berangkat dari latar kultur dan proses penciptaan yang berbeda, kedua pelukis ini bertemu pada muara ekspresi yang sama: abstrak. Sipa Manik (50) dan Made Budhiana (55), sepakat kemudian untuk berpameran bersama mengusung tajuk “Dua Musim”. Karya-karya mereka, disandingkan atau dibandingkan, segera memperlihatkan kepada kita bahwa jalan kesenian memungkinkan seseorang untuk meraih pemahaman paling mempribadi dan hakiki. Pada tataran tersebut, goresan garis, torehan warna atau sapuan cahaya dengan aneka kemungkinannya, merefleksikan sesuatu yang tak kasat mata; boleh jadi secercah sentuhan mistis yang menandai hadirnya hal-hal esensial sebagai sebentuk pengalaman spiritual.

Kendati demikian, dunia abstrak mereka tak sendirinya dapat serta merta dirujukkan pada apa yang terjadi atau dikenal sebagai sejarah seni lukis abstrak di Barat, semisal yang diraih Kandinsky, yakni sebentuk musikalisasi dari realita; atau permainan geometri warna dari Mondrian, tidak pula sejenis Rayonism ala Sonya Delaunay, atau serupa abstrak ekspresionis hingga pun minimalis. Dunia abstrak Made Budhiana dan Sipa Manik, terbilang otentik, sejalan dengan pemahaman dan pengalaman hidup mereka.

BUDHIANAMade Budhiana, lahir di Denpasar, 27 Maret 1959. Seniman lulusan ISI Yogyakarta ini telah berpameran tunggal di antaranya Art, Shit & Parasite, Bentara Budaya, Bali (2011), di Maha Art Gallery, Sector, Sanur (2010), The Northern Territory Museum of Art and Sciences, Darwin, Australia (1989), dan Cemeti Modern Art Gallery, Yogyakarta (1989), dll. Turut pula dalam pameran bersama seperti Perjalanan Rasa, Maha Art Gallery, Bali (2012), Bamboo Festival, Bentara Budaya Bali (2009), Six Masters From Bali, Maha Art Gallery, Sanur (2009), Entitas Nurani, Art Centre Denpasar – Bali (2008) dan Ilustrasi Cerpen KOMPAS”, Gramedia, Jakarta (2008), Art Forum @ ARTSingapore 2004, Suntec City, Singapore (2004), “Understanding Contemporary Southeast Asian Art” Valentine Willie Fine Art, Kuala Lumpur (2003). Belakangan ia kerap diundang untuk pameran berskala nasional dan internasional.

sipa manik 2Sipa Manik, lahir di Mataram, 4 Mei 1964. Baru saja melangsungkan pameran tunggalnya Back To Heart di Made Budhiana Gallery, Villa Pandan Harum, Lod Tunduh, Ubud – Bali (2013), serta beberapa pameran bersama seperti Pemeran Silaturahmi Budaya di Gedung Wisma A. Yani, Gresik Surabaya (2000), Pameran Seni Rupa Nusantara II di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2002), dll.