Denpasar_29.08.

 

Sinopsis Film :
Das Merkwürdige Kätzchen (2013, 72 menit)
Sutradara : Roman Züchner
Pemain : Jenny Schily, Anjorka Strechel, Mia Kasalo dll
Penghargaan : Film terbaik“ kompetisi internasional pada Antalya Golden Orange Film Festival 2013, New Talent Grand Prix untuk Roman Züchner bei CPH:PIX 2013, ICS Award pada International Cinephile Society Awards 2014

Karin (Anjorka Strechel) dan Simon (Luk Pfaff) mengunjungi orangtua dan adik mereka Clara. Malam itu mereka berencana makan malam bersama, beberapa kerabat lain juga diundang. Setiap orang ambil bagian mempersiapkan berbagai macam hal, sesuatu yang pasti bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari keluarga pada umumnya. Ada ipar yang memperbaiki mesin cuci, Clara yang menulis daftar belanja, Ibu (Jenny Schily) mempersiapkan makanan dan dua hewan peliharaan berkeliaran di dalam rumah.

Namun, situasi yang agresif terasa melingkupi semua orang. Tidak ada satu pun dari mereka tampak bahagia sepenuhnya, terutama sang Ibu. Tetapi, ketidakharmonisan laten itu tidak sampai meledak menjadi pertengkaran. Ada kedekatan di antara semua orang, ada percakapan, meski kata-kata yang diucapkan mereka cenderung berakhir menjadi monolog atau malah menggantung buntu. Das merkwürdige Kätzchen adalah sebuah eksperimen seorang sutradara muda yang mendekonstruksi kejadian sehari-hari sebuah keluarga.

==========================================

Bis zum Horizont, dann links! / Fly Away! (2012, 93 menit)
Sutradara : Bernd Böhlich
Pemain : Otto Sander, Angelica Domröse, Ralf Wolter
Penghargaan : Penghargaan Penonton di Festival Film Seni Schwerin 2012

Berkisah tentang kehidupan di panti lanjut usia, dengan tokoh utama Nyonya Simon (Angelica Domröse), si penghuni baru. Ia merasa jengkel dan gusar ditempatkan di rumah jompo itu, tecermin dari tingkah bosan yang terang-terangan ditunjukannya kepada siapa saja. Tuan Tiedgen (Otto Sander), yang sudah jauh lebih dulu tinggal di sana, tahu persis perasaan wanita tua itu dan berusaha membuat temannya bahagia dan dapat lebih menikmati hidup.

Disutradarai oleh ahli komedi Bernd Böhlich dan diperankan oleh nama-nama besar dalam sejarah film Jerman, film ini berhasil menjadi yang menawan. Kisahnya tidak hanya lucu, namun juga mengandung dialog-dialog cerdas, tentang orang dan masyarakat yang menua, harga diri manusia, serta absurditas maut. Sang bintang legendaris, Otto Sander sendiri meninggal di tahun 2013, belum lama setelah film ini diluncurkan.

============================================

Meeres Stille (2013, 142)
Sutradara : Juliane Fezer
Pemain : Charlotte Munck; Christoph Grunert; Christoph Gawenda dll
Penghargaan : Nominasi film cerita terbaik di São Paulo International Film Festival 2013

Helen (Charlotte Munck) dikejutkan oleh ajakan berlibur ke pantai dari suaminya Johannes Sander (Christoph Grunert). Bersama putri mereka, Frances (Nadja Bobyleva), mereka menuju sebuah villa yang jauh dari keramaian. Namun, bayangan sebuah liburan yang tenang segera saja terkoyak. Helen merasakan dirinya diliputi ketakutan yang tidak ia pahami, sementara villa itu seolah menyimpan sebuah dunia paralel, satu kisah yang juga meresahkan terkait masa lalu seorang pemuda. Sedikit demi sedikit dari suara-suara dan potongan-potongan gambar, Helen menyatukan kilasan dan serpihan kehidupannya.

Dalam karya pertamanya, sutradara Juliane Fezer menyampaikan sebuah kisah secara berlapis, baik dari segi ruang maupun waktu. Yang sekarang dan yang di sini adalah villa tempat mereka berlibur, atmosfernya dingin bahkan nyaris terasa seperti berhantu. Yang di antaranya adalah kilas balik ingatan yang samar-samar dan terpotong-potong. Hanya Helen dan penonton film ini yang akhirnya dapat menyusun mosaik yang terbentuk, sedikit demi sedikit sampai akhirnya penonton melihat perubahan dramaturgi yang mengguncang tokoh-tokohnya dan menjelaskan trauma yang mereka rahasiakan. Musik dan bebunyian dalam film ini disusun begitu rinci dan teliti sebagai sebuah elemen istimewa yang menyelimuti namun juga mengungkapkan drama yang disajikan. Sebuah psikodrama mengenai kenangan, kepedihan dan harapan, yang didasarkan pada novel berjudul sama karya Stefan Beuses.